Prabowo Sandi (S) dan Selang Cuci Darah 40x RSCM
Informasi

Prabowo Sandi (S) dan Selang Cuci Darah 40x RSCM

Kembali memanas, pasangan Prabowo Sandi (S) kini ganti berhadapan dengan sarana kesehatan, yakni rumah sakit. Berita ini berkaitan dengan klaim Prabowo Subianto yang menyatakan bahwa selang darah di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo yang digunakan lebih dari dari satu kali. Namun cawapresnya, Sandiaga Uno, mencoba untuk meluruskannya.

Sandiaga Uno, yang menjadi partner Prabowo Subianto yang maju dalam Pilpres 2019 ini sangat peduli dengan kasus ini. Dia membela partnernya itu dengan menyampaikan kembali maksud dari pernyataan tentang selang cuci darah beberapa waktu yang lalu.

Dari informasi yang didapatkan dari Detik News, capres nomer urut dua itu mengatakan bahwa selang darah yang dipakai di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo atau lebih dikenal dengan RSCM telah digunakan sebanyak 40 kali. Setelah itu baru dibuang. Padahal seharusnya selang cuci darah harus dilakukan sekali saja. Itu sudah peraturan di bidang kesehatan.

Selian pertautan, tujuan penggunaan selang sekali pakai adalah untuk mencegah penularan penyakit lewat darah. Mengingat darah adalah cairan yang sangat sibuk di dalam tubuh. Beda orang beda komposisi dan sifat darahnya. Jika tercemar dengan darah lainnya maka dikhawatirkan akan timbul bibit penyakit baru.

Ternyata pernyataan Prabowo tersebut langsung menyulut emosi pihak RSCM, karena merasa dituduh. Nama baik RSCM, sebagai salah satu rumah sakit terbaik di ibukota, pun terancam tercemar.

Menanggapi hal tersebut, dr. Sumaryono, direktur Medik dan Keperawatan Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo, pun angkat bicara. Dia sangat menentang pernyataan tersebut. Dia menegaskan bahwa tuduhan Prabowo tidak benar. RSCM sudah mengikuti prosedur kesehatan yang ada dengan menggunakan selang cuci darah sekali saja. Selang cuci darah dipakai oleh satu orang saja dalam sekali proses cuci darah dan kemudian dibuang, tidak dipakai lagi.

RSCM merasa dirugikan dengan pernyataan tersebut, karena pada kenyataannya RSCM masih melayani semua pasien BPJS dengan baik. Tidak ada perbedaan pelayanan dengan pasien umum.

Untuk meredam kemarahan karena kesalahpahaman ini, Sandiaga Uno langsung memberikan klasifikasi. Cawapres dari Paslon nomer urut dua, Prabowo Sandi (S) ini, meluruskan bahwa pernyataan dari Prabowo Subianto tersebut bukan bermaksud menuduh atau buruk. Itu adalah pernyataan yang bersifat konotatif. Ada maksud yang tersembunyi pernyataan tersebut yang maknanya adalah untuk membuat tabir rahasia BPJS yang ruwet.

Penggunaan selang cuci darah sampai dengan 40 kali tersebut bermakna bahwa manajemen BPJS sudah tidak teratur lagi, salah satunya adalah masalah pembayaran. Banyak anggota BPJS yang tidak rutin membayar BPJS. Banyak yang meninggal, sehingga menyebabkan fasilitas di rumah sakit menjadi terganggu. Ketersediaan alat kesehatan pun menjadi terbatas, sehingga alat yang seharusnya sekali pakai menjadi berkali-kali digunakan.

Banyak akibat yang akan terjadi jika benar selang hemodialisis tersebut dipakai berkali-kali. Kesterilan alat kesehatan menandingi berkurang. Semakin banyak yang tertular penyakit karena yang mewarisi selang adalah darah, cairan metabolisme tubuh yang sangat penting. Walaupun selang sudah dicuci, tapi tetap saja masih banyak kuman penyakit yang menempel di dinding selang.

Kesalahpahaman ini mengancam elektabilitas dari paslon capres-cawapres Prabowo Sandi (S). Image Paslon ini akan tercoreng dan kepercayaan masyarakat menjadi berkurang. Karena alasan itulah pelurusan masalah ini harus dilakukan.

Mewakili tim Prabowo Sandi (S), Sandiaga Uno memastikan bahwa tidak ada maksud yang buruk. Melainkan sebuah sindiran terhadap manajemen BPJS yang sudah tidak sesuai dengan prosedur awal.

Masalah antara Paslon capres-cawapres Prabowo Sandi (S) dengan selang cuci darah tidak akan menjadi besar dan berlarut-larut karena itu hanyalah sebuah kesalahpahaman. Sebuah cerita liku-liku perjalanan usaha Paslon nomer dua ini untuk maju menjadi calon presiden Indonesia.

Post Comment