Waspada! Berikut 5 Komplikasi Lain yang Bisa Terjadi Akibat Disentri

Disentri  adalah salah satu penyakit yang menyerang usus. Lebih lengkapnya, penyakit ini  merupakan peradangan yang dapat mengakibatkan diare dan disertai lendir ataupun darah. Hal ini tentunya memang tidak bisa dibiarkan begitu saja karena dapat membahayakan kesehatan.

Biasanya, penderita orang yang terkena disentri ini selain menderita diare yang disertai lendir dan darah, juga merasakan mual, demam, bahkan perut terasa kram dan nyeri. Disentri ini umumnya disebabkan karena infeksi bakteri shigella (disentri basiler) maupun infeksi parasit bersel satu (disentri amuba).

Umumnya, untuk disentri yang ringan ini cukup diobati dengan oralit dan istirahat yang cukup. Namun, apabila tidak segera dicegah dan diobati dapat menimbulkan komplikasi yang lain.

Berikut beberapa komplikasi yang bisa saja terjadi akibat disentri, diantaranya :

  1. Kejang

Salah satu yang diwaspadai akibat disentri ini adalah kejang. Kejang bisa saja terjadi yang mana otot-otot ini dalam keadaan yang tidak terkendali. Otot-otot yang dikendalikan oleh saraf otak, dan jika otak tidak dalam kondisi normal, maka otot-otot akan mengalami gangguan dan tidak terkendali.

Kejang yang terjadi pada penderita disentri ini dapat menyebabkan kesadaran hilang, tubuh bergemetar, dan suasana hati penderita yang dapat berubah-ubah.

 

  1. Abses hati

Komplikasi akibat disentri selanjutnya adalah abses hati yang dapat menyerang siapa saja. Abses hati itu sendiri merupakan penyakit yang menyerang pada bagian hati, yang mana terdapat lubang-lubang kecil yang bisa saja disertai nanah.

Tentunya hal ini apabila dibiarkan maka dapat membahayakan keselamatan. Sehingga, untuk penderita disentri yang menderita komplikasi abses hati alangkah baiknya untuk segera memeriksakan diri ke dokter untuk mendapatkan antibiotik.

  1. Infeksi darah

Komplikasi selanjutnya yang bisa saja terjadi adalah infeksi darah yang biasa disebut juga dengan sepsis. Hal ini perlu diwaspadai bagi orang yang terkena disentri karena jika tidak segera diobati maka dapat menyebabkan infeksi darah yang berbahaya bagi keselamatan tentunya.

 

Bagi penderita disentri yang terkena komplikasi infeksi darah ini pasti akan merasakan yang namanya demam, pernafasan yang tidak teratur, keringat berlebihan, dan denyut jantung yang cepat dan tidak teratur.

 

Untuk itu, alangkah baiknya jika segera dibawa ke dokter untuk mendapatkan penanganan yang maksimal termasuk mendapatkan antibiotik dan perawatan lanjutan.

 

  1. Sindrom hemolitik uremik

Bagi para penderita disentri yang terkena komplikasi SHU ini, alangkah baiknya segera diobati oleh tenaga medis. Terkait pengobatan sendiri biasanya memang dilakukan melalui infus dengan transfusi sel darah merah, menambah asupan cairan, transfusi trombosit, maupun penggantian plasma dan dialisis ginjal.

 

Selain itu, dapat pula diberikan obat-obatan seperti eculizumab dan obat penurun tekanan darah.

 

  1. Post infectious athritis

Para penderita disentri yang terkena komplikasi Post infectious athritis memanglah sedikit kemungkinannya, yakni hanya kisaran 2% penderita disentri. Hal ini disebabkan oleh bakteri yang biasa disebut shigella flexneri.

 

Penderita komplikasi ini memang biasanya merasakan gejala-gejalanya yang dirasakan tidak hanya beberapa hari saja, melainkan bisa sampai berbulan-bulan. Adapun gejala-gejala tersebut diantaranya yakni iritasi mata, nyeri sendi, bahkan hingga rasa sakit yang dirasakan ketika buang air kecil.

 

Demikianlah informasi mengenai beberapa komplikasi yang biasanya terjadi yang dapat menyerang siapa saja. Komplikasi-komplikasi tersebut dikarenakan penderita disentri yang tidak segera melakukan pengobatan ataupun disentri yang memang sudah berada dalam level parah. Untuk itu, perlu adanya tindakan cepat untuk mengatasi isentri yang sedang menyerang meskipun baru dalam tahap gejala.

 

 

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *